SuaraBanyuurip.com – D Suko Nugroho
Bojonegoro – Sesosok mayat ditemukan terkapar bersimbah darah di Jalan Raya Bojonegoro – Nganjuk, Jawa Timur, tepatnya di Desa Jono, Kecamatan Temayang, Jum’at (26/9/2014), sekira pukul 20.30 WIB.Â
Korban tersebut bernama Abit Dono, (16), warga Dusun Stren, Desa Jono. Diduga kuat pelajar SMKN 1 Temayang itu tewas karena dibunuh. Sebab ditemukan luka akibat sabetan benda tajam di kepala bagian belakang hingga telinga korban.
Menurut keterangan Damri (45), warga Temayang yang mengaku sempat menyaksikan di tempat kejadian perkara (TKP), korban ditemukan warga tergeletak di pinggir jalan dengan posisi telungkup dengan kepala penuh darah.Â
“Awalnya warga mengira kalau itu korban kecelakaan. Tapi setelah polisi datang dan melakukan olah TKP ada luka seperti sabetan benda tajam di kepalanya sampai telinga,” kata Damri kepada suarabanyuurip.com, Jumat malam.
Dugaan kematian Abit Dono akibat dibunuh diperkuat dengan kondisi sepeda motor milik korban yang terparkir di pinggir jalan dalam kondisi tidak rusak. Selain itu di TKP juga ditemukan sepasang sandal korban berada tak jauh dari sepeda motor Jupiter yang tak di pasang plat nomor polisi.
“Kemungkinan korban sempat melakukan perlawanan kemudian lari karena sandalnya posisinya berserakan,” ujar Damri mengungkapkan.Â
Ia menambahkan, saat ditemukan darah di tubuh korban sudah kering. Diperkirakan kematian korban sudah sekira tiga jam sebelum ditemukan warga.
“Mungkin saja kejadiannya habis mahgrib. Karena dikira korban kecelakaan warga maupun pengendara takut menolongnya,” ucap Damri menuturkan.
Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Temayang, AKP Yasimbang, membenarkan penemuan mayat yang diduga akibat dibunuh. Namun Ia belum bisa menyimpulkan motif dibalik kejadian tersebut.Â
“Kita masih menunggu hasil otopsi,” tegas Yasimbang.(suko)