SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan- Kemarau panjang tahun ini telah mengakibatkan tanaman hias dan bunga di taman sepanjang Jalan Raya Babat- Sukodadi, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, kering dan nyaris mati. Hal itu disebabkan kurangnya perawatan seperti penyiraman oleh pihak terkait.
Padahal pembangunan taman dengan tanaman hias dan beraneka jenis bunga yang dibangun di tengah pembatas jalan nasional dua arah itu dimaksudkan untuk mengurangi polusi pencemaran asap kendaraan sekaligus mendukung program Lamongan Green and Clean (LGC) yang gencar dicanangkan Pemkab Lamongan.
Saat musim penghujan taman tersebut terlihat cukup indah dengan warna-warni bunga yang bermekaran. Namun saat musim kemarau, taman bunga terlihat gersang. Bunga dan tanaman hias lainnya terlihat mengering dan banyak yang mati. Hal tersebut disebabkan tidak adanya petugas yang melakukan penyiraman ditaman tersebut.
Menurut warga Kesambi, Kecamatan Pucuk, Mukhlis, selama ini tidak pernah ada petugas yang merawat atau menyiram taman tersebut. “Tamannya tidak ada yang merawat mas. Ndak ada petugas yang menyirami tanaman,†kata Mukhlis.
Kabag Humas Pemkab Lamongan  Muhammad Zamroni dikonfirmasi suarabanyuurip.com tentang kondisi taman saat ini mengatakan, akan dilakukan tindakan penyiraman dan mengganti tanaman dan bunga yang mati.
“ Tindakannya akan dilakukan penyiraman, yang mati diganti mas,†sambung Zamroni(tok)