SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, tengah mengebut pekerjaan di atas Sungai Bengawan Solo yang menghubungkan Kecamatan Padangan dan Kasiman yang kini berjalan 85 persen.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bojonegoro, Andy Tjandra, mengungkapkan, alokasi untuk pembangunan jembatan Padangan-Kasiman menggunakan sistim jamak. Untuk tahap pertama sejumlah Rp 36,5 miliar dari APBD tahun 2014. Sementara penambahan anggaran tahun depan masih dalam estimasi dan diperkirakan membutuhkan sejumlah Rp12 miliar.
“Untuk anggaran saat ini belum mencukupi kebutuhan jembatan, jadi tahun depan akan ada penambahan anggaran lagi,†ujarnya.
Adanya Jembatan Kasiman-Padangan ini nantinya akan membuka isolasi warga dari utara Bengawan Solo dan masyarakat di sisi selatan. Selain itu sebagai salah satu upaya untuk mendukung berkembangnya industri migas.
“Terutama penghubung Blora, Jawa Tengah dan Bojonegoro,†tegas Andy.
Dia mengungkapkan, untuk panjang jembatan mencapai 200 meter dengan ketinggian 7 meter dan lebar 5 meter.
“Memang ada kendala tekhnis dan non tekhnis selama pengerjaan, tapi bisa diselesaikan semua,†tandas Andy.
Dia mengungkapkan, salah satu kendala yang dihadapi adalah adanya proses panjang mendapatkan rekomendasi dari Kementrian Pekerjaan Umum (PU) dan Balai Besar Bengawan Solo karena adanya perubahan desain.
“Meskipun begitu, target penyelesaian pada akhir Desember ini,†pungkas Andy.(rien)