Ada Praktik Prostitusi di Sekitar Proyek EPC-5 ?

SuaraBanyuurip.comAthok Moch Nur Rozaqy

Bojonegoro- Munculnya warung makanan dan minuman (mamin) di sekitar area proyek engineering,Procurement,and Constructions (EPC) 5 Banyuurip, Blok Cepu, ditenggarai kuat diiringi praktik prostitusi. 

Hasil penelusuran suarabanyuurip.com, dari sejumlah warung yang berjejer, salah satu warung diketahui tak hanya sekadar berjualan mamin, namun diduga juga menyediakan jasa wanita pekerja seks komersial (PSK). Warung tersebut berada diantara Desa Sudu dengan Desa Cengungklung, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Sasarannya adalah para pekerja proyek migas.

“Selain itu para sopir yang perjalanan jauh dan mampir kesini,” kata Susi, nama samaran.

Ada pun tarif yang dipatok menyesuaikan pelanggan yang berminat menggunakan jasanya. Jika dirasa dari pekerja migas dia memasang tarif yang agak tinggi. Yakni Rp300 ribu untuk sekali kencan. Namun umumnya dia memasang tarif Rp100 ribu sekali kencan.

“Kalau ada yang menawar Rp50 ribu, saya tidak mau,” akunya.

Kendati begitu, praktik tersebut dilakukan secara tertutup. Tidak semua pelanggan yang singgah kewarungnya bisa mengetahui. Warung tersebut menyediakan makan dan minuman, dan hiburan karaoke.

Baca Juga :   Bupati Tuban Panen Udang di Tengah Covid-19

Belakangan dari area proyek sekitar warung makan dan minuman dengan fasilitas karaoke mulai tumbuh. Para pedagang menggantungkan rezekinya dari para pekerja proyek di EPC-5. (roz)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *