Belum Ada Agenda Bahas Harga

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro – Meski pengukuran lahan yang akan dibebaskanuntuk proyek unitisasi gas Jambaran – Tiung Biru (J-TB) sudah rampung, namun operator J-TB, PT Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC) belum melakukan musyawarah dengan pemilik tanah terkait penentuan harga.

Kepala Desa (Kades) Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro, Jawa-Timur, Sapani, mengatakan, sejak diselesaikannya pengukuran lahan oleh tim pengadaan lahan beberapa waktu lalu, hingga saat ini belum ada rencana pertemuan untuk membahas penentuan harga lahan yang akan terkena pembebasan.

“Pengukurannya sudah selesai pada pertengahan bulan September. Tapi, PEPC belum ada pemberitahuan ke kami kapan musyawarah penentuan harga dilakukan,” kata Sapani kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (01/10/2014).

Ketika disinggung berapa luas lahan di Bandungrejo yang akan terkena pembebasan, dia mengaku belum mengetahui secara pasti. Karena, dari pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) Bojonegoro belum memberikan data dari hasil pengukuran.

“Secara jelas saya belum tahu, gambarannya diperkirakan lebih dari 10 hektar lahan yang akan terkena pembebasan. Tapi ini baru kira-kira jangan dipakai dasar secara pasti, Mas,” ungkap Sapani.

Baca Juga :   PEPC Gelar Konsultasi Publik Proyek JT Biru

Pihak BPN maupun PEPC masih berupaya untuk dikonfirmasi terkait masalah tersebut. 

Sekadar diketahui, ladang Gas Jambaran berada di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, dan lokasi Tiung Biru (TBR) berada di Desa Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo, Bojonegoro. (sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *