SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Pasca mencuatnya kasus penganiaayan terhadap remaja asal Kelurahan Sukolilo, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban, Jawa Timur yang diduga kuat melibatkan oknum Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD), keluarga korban mengaku kerap didatangi sejumlah orang di rumahnya.
Mereka adalah keluarga dari pelaku penganiayaan, juga beberapa kali sejumlah anggota TNI AD juga mendatangi rumah sederhana korban. Bahkan siang ini, beberapa anggota dengan pakaian preman juga kembali mendatangi rumah korban.
“Sudah beberapa kali datang ke rumah saya, Mas. Baik itu keluarga tersangka yang minta damai, dan juga orang yang mengaku tentara,†kata Ramani (39), yang tak lain adalah ibunda dari korban penganiayaan, Andi Arman (17), Rabu (1/10/2014).
Ramani mengaku, hal itu membuat keluarga mereka cukup terganggu karena intensitas kedatangan mereka yang dianggap terlalu sering. Bahkan suaminya kadang tidak bekerja karena harus menemui tamu-tamu tersebut.
“Ya mereka minta supaya ini (laporan keluarga) tidak diteruskan,†kata Ramani, yang saat itu memilih berada di kantor Koalisi Perempuan Ronggolawe (KPR) Tuban untuk menghindari mereka.
Sementara itu, ketika sejumlah media mendatangi rumah korban. Tampak beberapa orang berpakaian biasa yang memang diketahui sebagai anggota TNI mendatangi rumah korban. Kendati demikian, menolak memberikan keterangan kedatangan mereka ke rumah korban.
“Maaf, Mas, jangan saya (yang komentar),†kata seorang anggota sambil berlalu.
Sementara itu, saat ini Komandan Kodim (Dandim 0811) saat ini masih berada di Surabaya untuk menghadiri persiapan HUT TNI ke 69. Upaya klarifikasi terhadap ulah anak buahnya tersebut belum juga bisa dilakukan oleh para Jurnalis di Tuban. (edp)