SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Pemerintah Desa (Pemdes) Katur, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur melakukan antisipasi munculnya kabar praktik prostitusi terselubung yang mulai rambah wilayah ladang migas Blok Cepu. Hal itu dilakukan agar masyarakat pribumi tak terkontaminasi dengan gaya hidup pendatang yang suka mencari hiburan di warung remang-remang.
“Saya sudah dengar, dan saya sudah mulai merapatkan barisan dengan perangat untuk mengantisipasi,” kata Kepala Desa (Kades) Katur, Sukono kepada suarabanyuurip.com, Kamis (2/10/2014).
Dia menjelaskan, salah satu langkah antisipasi yang dilakukan adalah dengan cara menyebar teliksandi untuk menyadap berbagai informasi terkait keberadaan praktik prostitusi terselebung di sekitar proyek. Selain itu, juga akan memberikan pembekalan ahklaq yang baik melalui dunia keagaman. Baik melalui jamaah tahlil, maupun kegiatan keagamaan lainnya.
“Telik sandi pencari info sudah berjalan. Linmas juga sudah mulai bersiap siaga,” tegas Sukono. (sam)