SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Petani di Desa Brabowan, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur mulai membersihkan lahannya sebagai persiapan musim tanam berikutnya. Lahan yang semula dibiarkan bero (tidak ditanami) pada saat musim kemarau, sekarang ini mulai digarap kembali.
Dari pantauan, para petani mulai terlihat terjun ke sawah maupun ladang mereka yang terletak di dekat proyek Banyuuruip, Blok Cepu. Mereka membersihkan rumput dan ranting kayu kering sisa musim kemarau dengan menggunakan cangkul dan sabit.
Seorang warga Desa Brabowan, Waji, mengatakan, mulai melakukan pembersihan lahan ini sebagai persiapan untuk menggarap sawahnya jika sewaktu-waktu musim penghujan datang mudah dibajak.Â
“Selain saya benahi pematang sawanya juga saya tepari dulu Pak, agar rumput dan ranting tanaman sebelumnya bersih,” kata Waji saat ditemui di lahan persawahanya yang berada di sebelah timur proyek Kampung Tunnel, Kamis (2/10/2014).
Dia mengatakan, lahan pertaniannya itu seluas kurang lebih seperapat hektar. Dengan rata-rata produksi setiap panen di musim rendeng (hujan) sebanyak 4 ton gabah.
“Jika panenannya dijual bisa mendapatkan uang kurang lebih Rp5 juta. Hasil itu belum terpotong modal,” ucap Waji, menjelaskan.
Pria berkulit nyawo matang itu, menambahkan, tak semua petani di wilayah Gayam menggunakan irigasi. Ada juga sebagian yang hanya mengandalkan air hujan untuk dapat mengolah lahan persawahannya.
Selain kesulitan air, lanjut Waji, masalah yang dihadapi petani saat musim tanam adalah kebutuhan pupuk dan obat-obatan.
“Rencananya nanti saya tanami padi. Semoga saja kebutuhan pertanian tahun ini bisa tercukupi sehingga penannya bisa maksimal,” imbuhnya. (sam)