MoU Penanganan Pencurian Minyak Diteken

SuaraBanyuurip.com Edy Purnomo

Tuban – Pertamina Eksplorasi dan Produksi (Pertamina EP) membuat perjanjian kerjasama dengan Komando Daerah Militer (KODAM) V/Brawijaya untuk penguatan pengamanan wilaya kerja Pertamina EP di bagian timur (JBT-3).

Pejabat sementara Public Relation Manager PT Pertamina EP, Agustinus, melalui siaran persnya yang dikirimkan kepada suarabanyuurip.com, mengatakan, kalau penandatanganan kerjasama ini dalam rangka menangani kasus illegal drilling (pencurian minyak). Dimana saat ini tengah marak terjadi di Indonesia dan beberapa diantaranya menimpa wilayah operasi Pertamina EP.

“Antara lain di Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Jawa Timur, dan juga Jawa Tengah,” kata Agustinus dalam rilisnya, Jumat (3/10/2014).

Penandantangan sendiri dilakukan oleh Cepu Field Manager Wresniwiro dan Komandan Brigade Infateri XVI/Wira Yudha Kol. Inf. Nefra Firdaus. Penandatanganan kerjasama ini sebagai landasan pengamanan yang akan dilakukan KODAM Brawijaya di wilayah Asset IV Field Cepu, utamanya yang berada di Propinsi Jawa Timur miliputi wilayah Kabupaten Tuban dan Kabupaten Bojonegoro.

“Kami serius menangani illegal drilling dan ingin menanganinya agar segera tuntas dan tidak terulang kembali, karena Migas adalah asset negara yang juga termasuk dalam obyek vital nasional yang harus dilindungi bersama,” tegas Agustinus.

Baca Juga :   RJJ Sosialisasikan Kamseltibcarlantas Pada Subkontraktor

Perjanjian ini disebut sebagai tindak lanjut nota kesepahaman PT Pertamina (Persero) dan Tentara Nasional Indonesia No.001/c00000/2013-S0 DAN Nomor Kerma 7/VI/2013 tanggal 18 Juni tahun 2013 tentang kerjasama pengamanan obyek vital nasional strategis dan penyaluran bantuan Corporate Social Responsibility Pertamina.(edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *