SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Hari Raya Idul Adha 1435 Hijriyah mendatangkan berkah tresendiri bagi para pengepul kulit hewan kurban di Dusun Alastuwo, Desa Banjarjo, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
Para pengepul kulit hewan kurban ini mampu mengumpulkan ribuan lembar  kulit kambing, kulit domba, dan kulit sapi usai dilakukan penyembelihan hewan.
Haji Rohmat (65), salah satu pengepul kulit hewan kurban, menceritakan, usaha pengepulan kulit hewan kurban yang digelutinya ini sudah berlangsung turun temurun. Ia sendiri merupakan generasi kedua yang meneruskan usaha tersebut sejak tahun 1981.
Ia menyimpan kulit kambing, kulit domba, dan kulit sapi itu dalam sebuah gudang berukuran 10 meter x 8 meter. Kulit kambing dan kulit sapi yang terlihat masih basah dan banyak bercak darahnya terlihat menumpuk di gudang di belakang rumahnya itu. Bau apek dan anyir darah juga mencocok hidung.
Sementara itu, beberapa orang tampak sibuk membersihkan kulit kambing itu dengan air. Kulit kambing yang telah bersih lalu diberi garam agar tidak tercium bau apek. Beberapa orang lainnya tampak sibuk menata dan menumpuk kulit kambing dan sapi yang telah bersih.
“Iya beginilah, kulit hewan kurban ini berasal dari musala dan masjid yang ada di sekitar Padangan, Cepu, dan Purwosari,†ujar Haji Rohmat.
Dia mengatakan, usai hari raya kurban, mampu mengumpulkan kulit sapi sebanyak 500 lembar serta kulit kambing dan kulit domba sebanyak 5.000 lembar. Ia membeli kulit kambing itu per lembar Rp40.000, kulit domba per lembar Rp60.000, dan kulit sapi itu per kilogramnya Rp20.000. Setelah kulit kambing dan kulit sapi itu terkumpul dalam jumlah banyak, Â lalu dijualnya ke pabrikan di Semarang.
“Kulit kambing dan kulit sapi itu ya dijual mentahan seperti itu,†ujarnya.
Haji Rohmat meraup keuntungan lumayan dari penjualan kulit hewan kurban itu, namun ia enggan menyebutkan keuntungan yang diperolehnya.
“Alhamdulilah, keuntungannya bisa ditabung,”ujarnya tersenyum.(rien)