SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Bencana kebakaran masih mengancam warga di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Untuk itu masyarakat diminta waspada terhadap terjadinya bencana kebakaran, mengingat musim kemarau masih berlangsung sampai saat ini.
Kepala Bidang Penanggulangan Bencana Satpol PP Blora, Slamet Widodo, mengatakan, musim kemarau saat ini telah membuat kondisi lingkungan menjadi sangat kering. Kondisi itu menjadi salah satu penyebab terjadinya kebakaran.Â
Sesuai catatan Slamet, hingga Oktober ini jumlah kebakaran di Blora mencapai 28 kasus. Penyebabnya diantaranya korsleting lstrik, pembakaran jerami, membuang puntung rokok sembarangan, hingga anak-anak yang bermain api tanpa pengawasan.
Rinciannya, lanjut Slamet, empat kasus terjadi di bulan Januari, dua kasus pada Februari dan April. Kemudian Mei terdapat tiga kasus, Juni dan Juli masing-masing lima kasus, Agustus sebanyak enam kasus, Semptember ada dua kasus dan memasuki Oktober satu kasus.
“Paling banyak Agustus,” tegas dia.
Slamet menghimbau, masyarakat untuk berhati-hati dan waspada terhadap ancaman kebakaran. Dia menyarankan agar masyarakat memeriksa secara berkala instalasi di rumah, apabila ada kabel rapuh, sambungan atau stop kontak yang hangus atau tidak rapat untuk segera ganti dengan yang baru.
“Kondisi dapur termasuk tabung gas juga harus di perhatikan, dan memisahkan benda-benda yang bisa menimbulkan reaksi kebakaran,” pesan dia.(ams)