SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Terbakarnya pipa 6 inci milik PT Geo Link (bukan Gio Link seperti diberitakan sebelumnya) di Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, sejauh ini tidak mempengarhui produksi minyak Banyuurip, Blok Cepu.
Pipa yang terbakar itu berfungsi mengalirkan minyak mentah dari Lapangan Banyuurip menuju tempat penampungan milik Geo Link di Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, sebelum dialirkan ke central processing area (CPA) milik operator Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina – PetroChina East Java (JOB P-PEJ) di desa setempat.
“Kelihatanya bukan pipanya, tapi sejauh ini tidak mempengaruhi produksi Blok Cepu,†kata Public and Government Affair Manager Mobil Cepu Limited (MCL), Rexy Mawardijaya.
Rexy enggan berkomenter lebih lanjut mengani hal itu. Sebab secara tekhnis, MCL tidak memiliki wewenang untuk berkomentar mengenai terbakarnya pipa minyak milik PT Geo Link.Â
Rexy menyampaikan, saat ini produksi minyak Blok Cepu masih berjalan 30.000 barel per hari (bph) dan diperkirakan mencapai puncak sebanyak 165.000 Bph pada tahun 2015 mendatang. Saat ini semua pekerjaan di EPC Banyuurip yang terbagi dalam lima paket telah berjalan 90 persen.
“Insya Allah berjalan lancar semua,†tandasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, kebakaran pipa minyak milik Geo Link terjadi diduga akibat dari terbakarnya ranting di sekitar lokasi pipa. Kemudian api membakar lapisan pipa atas.(rien)Â