SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro- Berapa prosentase kebutuhan tenaga kerja (Naker) lokal untuk proyek pengembangan Lapangan Kedung Keris (KDK), Blok Cepu, di Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur belum bisa diperkirakan.
“Belum bisa memperkirakan, yang lebih tahu tentunya kontraktornya,” kata Kepala Desa Sukoharjo, Dwi Setyono kepada suarabanyuurip.com, Senin (20/10/2014).
Menurut dia, proyek di Lapangan KDK hanya sebatas pengembangan saja. Selain itutidak sebesar seperti yang berada di Lapangan Banyuurip, Blok Cepu di Kecamatan Gayam.
“Mungkin tidak bisa disamakan dengan yang di Gayam, kalau disana proyeknya lebih besar dibanding disini,” ujar Dwi Setyono. Â
Ia menambahkan, persoalan naker memang tidak bisa dipisahkan antara perusahaan dengan warga sekitar yang terdampak. Namun begitu, pihaknya menyadari bilamana warganya belum banyak memiliki keterampilan khusus.
“Untuk tahap awal kemarin pada menuntut disediakannya flagman,”ucapnya.
Sebelumnya, Field Public and Government Manager ExxonMobil Cepu Ltd (EMCL) Rexy Mawardijaya mengungkapkan persoalan tenaga akan disesuaikan dengan kebutuhan.(roz)