Kemarau Tak Pengaruhi Stok Sayur

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban – Musim kemarau yang sudah terjadi sejak 4 bulan terakhir tidak berpengaruh pada ketersediaan sayur mayur di Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Hal ini tampak pada pantauan Suarabanyuurip.com di sejumlah pasar tradisional di Tuban. Begitu juga dengan pengakuan dari sejumlah pedagang sayur.

“Dagangan sayur tetap lancar,” kata Indah Warni (36), pedagang sayur asal Desa Sekardadi, Kecamatan Jenu, ketika berada di Pasar Bongkar Tuban, Senin (20/10/2014).

“Harganya masih sama, hanya ada sedikit kenaikan di komoditi cabai keriting,” sambung Khusnul (30), pedagang lain asal Kecamatan Palang.

Setelah ditelusuri, ternyata pasokan sayur di Kabupaten Tuban mengandalkan dari luar kota. Salah satu pemasok utama adalah Kabupaten Tuban. Dari Tuban sendiri, pedagang mengandalkan pasokan hanya di sektor tomat.

“Penanam tomat memang berasal dari petani yang lahannya tidak mengandalkan hujan saja,” lanjut Khusnul.

Kendati demikian, pedagang di Tuban tidak berani mengambil pasokan sayur dengan jumlah banyak. Karena cuaca panas mempercepat sayur tersebut layu.

Baca Juga :   Buka Gudang Penjualan Semen Indonesia di Blora

“Jadi kalau habis langsung ambil lagi, karena kalau beli banyak sayuran cepat layu,” tandas Ibu beranak dua ini melanjutkan.

Saat ini, harga komoditas sayuran layaknya tomat berkisar Rp4-6 ribu per Kg, kentang Rp8-10 ribu per Kg, sawi Rp6 ribu per Kg, buncis Rp6.300 per Kg, dan kubis sehargaRp7 ribu per Kg.

Tidak hanya itu, harga komoditas daging juga masih stabil. Yaitu daging sapi Rp91.600 per Kg, daging ayam potong Rp29.300 per Kg, dan ayam kampung Rp46 ribu per Kg. (edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *