Soal Petisi, EMCL Akan Ikuti Aturan

SuaraBanyuurip.comAthok Moch Nur Rozaqy

Bojonegoro- Operator migas Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (MCL) enggan berkomentar banyak menanggapi adanya tuntutan Koalisi Pemuda Untuk Banyuurip 2045.

Field Public and Government Affairs Manager ExxonMobil Cepu Ltd (MCL), Rexy Mawardijaya, menyatakan, akan mengikuti aturan yang berlaku.

“Pada prinsipnya kita tidak ingin melanggar hukum dan menaati peraturan yang berlaku,” kata dia Suarabanyuurip.com di sela-sela panen lele di Desa Ngraho, Kecamatan Gayam, kemarin

Sebelumnya Koalisi Pemuda Untuk Banyuurip 2045 akan mengirimkan petisi kepada sejumlah stakeholders. Mulai dari pemerintah Kabupaten Bojonegoro, ExxonMobil Cepu Ltd (EMCL), dan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) serta tidak menutup kemungkinan Sekretariat Negara (Sekneg).

Tokoh Pemuda Untuk Banyuurip 2045, Nur Chamid dalam rilis petisinya menjelaskan, petisi tersebut berisikan tentang permintaan jaminan kesejahteraan masyarakat sekitar proyek, khususnya kelompok usia produktif. Dia mengklaim tanda tangan dukungan pemuda di Gayam untuk petisi tersebut terus mengalir.

Selain itu, pemuda juga menuntut salah satu pengerjaan yang dapat dikerjakan adalah proyek maintenance (perawatan) berupa pemotongan rumput diberikan para pemuda Gayam dan tidak memperpanjang CV.Monek yang masa kontraknya akan berakhir pada bulan November 2014.

Baca Juga :   Anggarkan Penyertaan Modal BUMD Rp3 Miliar

Serta menuntut sikap transparansi dan akuntabilitas dalam melibatkan peran aktif pemuda dalam hal perekrutan tenaga kerja setidaknya minimal 30 tahun kedepan. Sebab pengerjaan maintenance merupakan jangka panjang.Karena itu, pemuda menamainya Koalisi Pemuda Untuk Banyuurip 2045.(roz)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *