SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Tertundanya penambahan modal sejumlah Rp 20 miliar kepada Badan Usaha Milik daerah (BUMD) PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS), tidak lantas membuat program generasi emas bagi putra-putri Bojonegoro, Jawa Timur, berhenti begitu saja.
Kepala Dinas tenaga Kerja dan Transmigrasi Sosial (Disnakertransos) Bojonegoro, Adie Witjaksono, mengungkapkan, program generasi emas dilakukan melalui tiga mekanisme yakni program Corporate Social Responsibility (CSR) dari Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS), melalui dana APBD tahun 2014, dan dana mandiri.
“Sedangkan uang Rp 20 Miliar itu bukan untuk generasi emas, tapi dana investasi yang diberikan PT BBS salah satunya untuk generasi emas,” kata Adie.
Dia mengungkapkan, PT BBS dalam hal ini merupakan perusahaan outsorching bagi pemuda-pemudi yang mendapatkan pelatihan tersebut. Sementara Disnakertransos menyeleksi pesertanya.
“Untuk saat ini sudah 250 anak yang dilatih baik dari program CSR maupun dana mandiri,†lanjut mantan Camat Margomulyo itu.
Sementara itu, Bupati Suyoto menegaskan, tidak hanya menggunakan satu pintu untuk mengambangkan sumber daya manusia Bojonegoro, tapi ada seribu pintu yang telah disiapkan.
“Tahun 2015 saya menyiapkan 12 ribu pelatihan di berbagai bidang,” sambung Suyoto.(rien)