SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Aktivitas proyek konstruksi pembangunan fasilitas produksi puncak Banyuurip, Blok Cepu, di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, sudah mulai berkurang. Namun, calo tenaga kerja (Naker) ditengarai banyak bergentayangan mencari mangsa dengan memanfaatkan keberadaan mega proyek tersebut.
Informasi yang diperoleh menyebut, para calo naker mencari korban warga dari luar desa atau Kecamatan untuk dicarikan pekerjaan di proyek migas Banyuurip asalkan mau memberikan imbalan berupa uang.
“Informasi yang saya terima dari keluhan naker yang sudah bekerja di proyek rata-rata mereka dimintai uang antara Rp2 juta sampai Rp3 juta setiap satu orangnya, Mas,” kata sumber dari warga sekitar proyek Blok Cepu yang tidak mau disebut namanya kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (25/10/2014).
Nara sumber yang juga naker proyek Banyuurip itu, menerangkan, berbagai cara dilakukan calo naker untuk mendapat kepercayaan dari calon korban yang menjadi target bidikannya. Salah satunya dengan memberikan iming-iming gaji besar di kisaran Rp2 juta lebih perbulannya.
“Padahal sebagian banyak sudah bekerja sebagai tenaga kuli (helper) yang gajinya rata-rata per hari sekitar Rp50.000 sampai Rp60.000,” ujar dia, menjelaskan.Â
Dia menambahkan, dari total gaji Rp50.000 – Rp60.000 per hari itu belum terpotong kebutuhan lain-lain dalam setiap harinya mereka kerja. Sehingga jika dirinci gaji bersih yang terima tinggal Rp20.000 per hari.
“Kebanayakan yang terkena mangsa calo naker warga asal Kecamatan Ngraho, Margomulyo dan masih banyak lagi tak bisa disebutkan satu persatu,” kata sumber tadi, mengungkapkan.
“Semoga pihak operator segera mengambil tindakan untuk mengingkatkan kontraktornya agar korban penipuan tidak semakin bertambah,” harapnya. (sam)