Pengecer Bensin Kucing-kucingan dengan Pengawas

SuaraBanyuurip.comAhmad Sampurno

Blora – Peraturan baru dari pertamina yang melarang pedagang eceran membeli bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dengan jerigen membuat sebagian pengecer kelabakan. Mereka terpaksa harus kucing-kucingan dengan pengawas stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) untuk mendapatkan premium.

Salah satu pemilik toko depan Pusat Pendidikan dan Latuhan (Pusdiklat) Migas Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, yang enggan namanya disebutkan mengaku kesulitan dan harus bersusah payah mendapatkan bensin. “Saya harus main kucing-Kucingan dengan pengawas di SPBU Cepu meskipun saya sudah membawa surat keterangan dari kelurahan dan kecamatan,” katanya kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (25/10/2014).

Sebelum datang ke SPBU Cepu, dia harus komunikasi dulu dengan operator melalui pesan pendek. “Saya harus sms dulu dengan operator. Karena biasanya jam 3 pagi pengawas sudah berada dilokasi SPBU,” ujar sumber tadi, menjelaskan.

Untuk mendapatkan bensin untuk dijual kembali, pihaknya harus merogoh kocek tambahan. Per jerigen dikenai tambahan biaya Rp10.000 untuk operator. Kondisi itulah yang yang memaksanya menaikkan harga bensin eceran. “Sekarang harga bensin Rp8000 perliter,” katanya.

Hal serupa juga dialami, Marsin, (57), warga keluarahan Karangboyo, Kecamatan Cepu. Untuk mendapatkan 60 liter bensin, dia harus membawa surat keterangan dari Kelurahan dan Kecamatan, untuk menyatakan jika dirinya benar-benar pelaku usaha Kecil. “Kalau tidak bawa surat ini, operator tidak mau layani, Mas,” kata dia seraya mengaku menjual bensin ecerennya seharga Rp8.000 per liter.(ams)

Baca Juga :   Pertamina MOR V Bagikan Takjil Pertamax

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *