Kekeringan di Lamongan Terus Meluas

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Lamongan-Musim kemarau berkepanjangan menjadikan wilayah yang mengalami kekeringan di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, terus meluas. Hingga memasuki penghujung Oktober ini tercatat ada 38 desa di 10 kecamatan dilanda kekeringan.

Jika hujan tidak juga turun pada bulan Nopember mendatang diperkirakan kekeringan akan semakin meluas.

Untuk membantu masyarakat mendapatkan air bersih akibat kekeringan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan terus melakukan droping air bersih.

“Saat ini ada 25 desa masuk dalam bencana rawan air,” kata Kepala Pelaksana BPBD Lamongan Suprapto kepada suarabanyuurip.com, Senin (27/10/2014).

Dalam sehari BPBD melakukan pengiriman air bersih sebanyak 10 hingga 13 kali ke desa-desa yang dilanda krisis air dengan menggunakan mobil tangki berkapasitas 6000 liter. Mobil tanki itu merupakan bantuan presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada tahun 2013 lalu.

“Droping air bersih akan terus dilakukan hingga musim hujan turun. Diperkirakan awal  atau pertengahan bulan Nopember hujan sudah turun. Kita berdoa saja,” ujar Suprapto.

Musim kemarau tahun ini tidak hanya menjadikan ribuan lahan pertanian di Lamongan kering kerontang tidak bisa ditanami. Warga juga mengeluhkan keringnya air sumur dan sumber mata air yang ada.

Baca Juga :   20 Siswa SMP Tak Lulus Unas

“Air sumur mongering mas. Jadi terpaksa harus membeli air untuk kebutuhan air bersih,” ujar warga Desa Ngayung, Kecamatan Maduran, Sutopo.

Setiap hari Sutopo mengaku harus mengeluarkan uang Rp 6000-Rp8000 untuk membeli 3-4 jerigen air seharga Rp2000 per jirigen berkapasitas 30 liter per jirigen.

Yang lebih memprihatinkan para pelanggan air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) tidak bisa menikmati air bersih dengan normal. Air PDAM sering mati dengan alasan tidak jelas.

“Air petnya sering mati mas, petugasnya tidak bisa menjelaskan saat ditanya kenapa air PDAM sering mati. Padahal kalau telat bayar pelanggan didenda,” cetus warga Desa Tritunggal, Kecamatan Babat, Yusuf. (tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *