SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sosial (Disnakertransos) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur mencatat, sebanyak 20 pemuda yang mendapatkan pelatihan dan sertifikasi drilling hingga kini belum mendapatkan pekerjaan.
“Perusahan migas disini butuh tenaga drilling yang berpengalaman, sedangkan mereka belum,†ujar Kepala Disnakertransos Bojonegoro, Ady Witcaksono, kepada SuaraBanyuurip, Kamis (30/10/2014).
Dia menyampaikan, rata-rata perusahaan minyak dan gas bumi membutuhkan tenaga drilling yang mampu berbaha Inggris, dan memiliki pengalaman minimal 5 tahun di bidangnya. “Solusinya ya harus ambil kursus lagi untuk berbahasa Inggris,†sarannya.
Ady menyebutkan, Â terus mengupayakan agar pemuda Bojonegoro yang mempunyai sertifikat tersebut bisa mendapatkan pekerjaan sesuai bidangnya. Banyak cara yang sudah dilakukan, salah satunya menggandeng semua perusahaan migas tidak hanya Bojonegoro saja tetapi juga luar daerah.
Sementara itu, Saputra (25), pemuda asal Desa/Kecamatan Ngasem, mengatakan, masih belum mendapatkan pekerjaan meskipun mengantongi sertifikat dari Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Cepu.
“Saya akan ke luar kota untuk mencari pekerjaan sesuai dengan sertifikat yang saya punya,†ujarnya. (rien)