SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro- Setelah beberapa waktu menggalang tandatangan, Koalisi Pemuda Untuk Banyuurip 2045 akhirnya menlayangkan petisi ke operator migas Blok cepu, ExxonMobil Cepu Limited (MCL) yang berkantor di Desa Talok, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis (30/10/2014). Â
Selain ditujukan kepada anak perusahaan raksasa migas ExxonMobil, petisi itu juga ditujukan kepada Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, dan para stakeholders industri hulu lainnya. Â
“Jam 10.00 WIB tadi kita kirim,” kata Tokoh Pemuda Banyuurip Nur Kamid kepada suarabanyuurip.com Kamis (30/10/2014).
Dia menyampaikan petisi tersebut telah diterima perwakilan EMCL. Dalam keteranganya, Kamid menuturkan agar petisi tersebut segera direalisasikan.Â
“Tetapi kita belum mendapat kepastian jawaban,” ucapnya.
Pihaknya memberikan tenggang waktu selama 1 x 24 jam, terhitung setelah dilayangkannya petisi tersebut. Lebih lanjut, pemuda asli Desa Gayam, Kecamatan Gayam ini juga memberikan peringatan akan adanya gerakan protes ke jalan bila tuntutan tersebut tidak dipenuhi.
“Intinya akan ada tindakan selanjutnya, baik itu demo atau pemblokiran,” tegas Khamid.
Seperti diketahui Koalisi Pemuda Untuk Banyuurip 2045 menuntut agar adanya jaminan kesejahteraan masyarakat sekitar proyek, khususnya kelompok usia produktif. Kemudian, menuntut agar kontrak CV.Monek yang mengerjakan pemotongan rumput di Gas Oil Separation Plant (GOSP) dan seluruh wialayh kerja sumur Banyuurip tidak diperpanjang.
Mereka meminta agar pekerjaan itu diserahkan kepada koperasi atau perusahaan sekitar proyek. Terakhir, agar seluruh perusahaan transparan dan akuntable dalam melibatkan peran aktif pemuda khususnya dalam hal perekrutan tenaga kerja.
Menanggapi tuntunan ini pihak EMCL tidak memberikan banyak komentar. Sebelumnya, Field Public and Government Affairs Manager EMCL, Rexy Mawardijaya menyatakan tidak mau melanggar aturan.(roz)