Diduga Penipuan, Paranormal Menghilang

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Penemuan emas di Sungai Sendang Biru Desa Ngunut, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, oleh warga setempat pada Rabu (29/10/2014) lalu, mengundang pro kontra. Sebagian warga mengganggap butiran emas yang ditemukan warga usai melakukan ritual itu diduga sebagi modus penipuan. 

Sebab beberapa tahun silam juga ditemukan emas di sungai tersebut dengan cara yang sama yakni melakukan ritual yang dipandu oleh para normal.

“Dulu juga ada seperti itu. Mengaku orang pintar dan meminta masyarakat untuk melakukan ritual kemudian muncul emas,” kata Slamet, (55), warga setempat kepada suarabanyuurip.com, Jumat (31/10/2014). 

Dia menceritakan, saat melakukan ritual  warga seperti digendam atau dalam pengaruh ilmu supranatural. Kemudian memanfaatkan kondisi untuk memeras warga dengan meminta uang sebagai ganti mahar (biaya) menyembuhkan warga yang kesurupan.

“Kejadian dulu ya sama seperti kemarin itu, ada yang kesurupan terus minta bayaran saat menyembuhkan,” tutur Slamet.

Dia mengakui, jika paranormal yang menyembuhkan warga yang kesurupan pada waktu itu sakti. Menurut dia, paranormal tersebut memiliki kekuatan supranatural, sehingga mudah saja membuat orang kesurupan atau sekedar memunculkan emas berupa butiran.

Baca Juga :   Hari Ibu Gelar Lomba Batik

“Kalau dulu memang ada dua orang lebih yang mengaku paranormal, setelah dapat uang ya hilang tidak balik lagi,” imbuhnya.

Karena itu ketika banyaknya warga yang berkumpul di Sungai Sendang Biru untuk ritual berburu emas yang dipandu seorang pria yang mengaku Joko Piningit, Slamet mengaku tidaktertarik. Namun generasi sekarang banyak yang tidak mengetahui mengenai cerita tersebut karena masyarakat terdahulu yang tertipu ulah paranormal itu banyak meninggal dunia.

“Kalau warga sekarang, banyak yang tidak tahu kejadian itu, ya biarkan saja,” tandasnya yang mewanti-wanti agar tidak mengambil gamar dirinya.

Terpisah, Yanto, suami Kepala Desa Ngunut, Nurhidayati, membantah jika istrinya mengalami kesurupan saat melihat aksi warga di sungai beberapa hari lalu. Namun Ia membenarkan apabila masyarakat melakukan ritual dan kemudian muncul butiran-butiran emas.

“Iya Mbak, memang kemarin banyak yang ke sungai, tapi saya tidak kesana,” sambung Yanto.

Yanto menegaskan, kondisi masyarakat pasca peristiwa emas tersebut berlangsung normal dan kondusif. Namun pria yang mengaku bernama Joko Piningit asal Mojokerto, Jawa Timur, yang mengajak sejumlah warga untuk melakukan ritual sudah tidak menampakkan batang hidungnya.

Baca Juga :   Airnav Indonesia Bagikan Kaki Palsu untuk Difabel Blora

“Saya tidak tahu apakah dulu pernah ada kejadian serupa, tapi kalau itu modus penipuan ya bisa jadi,” pungkasnya.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *