SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan – Nelayan di wilayah Pantura Lamongan, Jawa Timur tidak mempersoalkan jika pemerintah akan menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), asalkan kebutuhan solar untuk mereka dicukupi oleh pemerintah.
Hal itu diungkapkan Wakil ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Lamongan, Samiaji, kepada Suarabanyuurip.com, Jumat (31/10/2014).
“Meski pemerintah akan menaikan harga BBM para nelayan tidak mempermasalahkan. Sampai saat ini belum ada gejolak di nelayan tentang akan naiknya BBM,“ ujar Samiaji.
Menurutnya meski kenaikan BBM berdampak langsung pada ekonomi nelayan, mereka tidak akan melakukan komplain selagi kebutuhan solar untuk melaut tercukupi.
“Berapapun harga solar akan tetap dibeli nelayan asal pasokannya tercukupi,“ papar Samiaji yang juga ketua Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Desa Labuhan, Kecamatan Brondong itu.
Samiaji mendesak agar pemerintah lebih banyak membangun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) untuk nelayan. “Jumlah nelayan di wilayah Pantura (Brondong dan Sekaran) mencapai ribuan. Namun hanya terdapat tiga SPBU nelayan. Idealnya ada 6-10 SPBU untuk nelayan di Lamongan,“ ujarnya.
Selama ini yang sering menjadi konflik adalah sulitnya nelayan mendapatkan solar. Ini mengakibatkan mereka tidak bisa melaut.
Salah satu nelayan asal Sedayu Lawas, Kecamatan Brondong, Bakir, Â mengatakan, yang membuat nelayan resah adalah sulitnya mendapatkan solar untuk melaut.
“Solar di SPBU nelayan tidak bisa memenuhi kebutuhan nelayan. Untuk mendapatkan solar nelayan harus membeli di SPBU. Namun di SPBU nelayan tidak mudah mendapatkan solar karena harus berebut dengan petani dan pengendara mobil,“ paparnya.(tok)