SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Masyarakat Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengancam akan menghentikan uji kandungan atau walk over di Pad B Lapangan Sukowati, Blok Tuban, oleh Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ). Alasannya ada sejumlah tuntutan yang sudah disepakati operator beberapa tahun lalu sampai sekarang belum direalisasikan.
Tuntutan itu adalah pemberian tali asih tambahan sebesar Rp 25 Juta, realisasi sembako, realisasi sabuk hijau, dan realisasi program corporate social responsibility (CSR) tahun 2014.
“Tuntutan itu sudah disepakati operator. Karena itu warga tidak menghendaki ada walk over sebelum semua direalisasikan,†tegas tokoh masyarakat Desa Ngampel, Pamuji yang diamini sebagian warga di rumah salah satu ketua RT setempat kepada suarabanyuurip.com, Jum’at (31/10/2014).
Dia menyatakan, apabila JOB P-PEJ masih melakukan walk over maka masyarakat akan berkumpul dan membakar palet (kotak kayu) di sepanjang jalan masuk menuju Pad B sebagai aksi protes.
“Kami minta kesepakatan itu direalisasikan dulu, baru uji kandungan boleh dilaksanakan,” tandas Pamuji.
Sementara itu, Karnadi, (40), warga lainnya meminta agar apa yang sudah menjadi kesepakatan antara warga dengan JOBP-PEJ segera di realisasikan. Sebab kesepakatan itu sudah disepakati beberapa tahun lalu. Misalnya pembuatan sabuk hijau yang dijanjikan sejak tahun 2010 lalu, pemberian tali asih Rp 25 juta sejak 2012 lalu, dan pemberian sembako sejak awal tahun 2014 lalu.
“Kami disuruh menunggu, tahu-tahu mereka (JOB P-PEJ) sudah selesai ngebor, kita dapat apesnya saja,†sambung Karnadi.
Dikonfirmasi terpisah, Field Manager JOB P-PEJ, Junizar, membenarkan jika memang akan melakukan uji kandungan sumur baru Skw#28 untuk menambah produksi Lapangan Sukowati yang mengalami penurunan drastis belakangan ini. Hanya saja Ia belum bisa memastikan kapan uji kandungan itu akan dilakukan.
“Sebenarnya kami selalu tepati kesepakatan yang sudah dibuat, namun perlu waktu yang tidak sedikit. Dalam setiap kesempatan saya selalu meminta pengertian masyarakat soal ini,â€pungkasnya.(rien)Â