Warga Lamongan Jarang Mandi

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Lamongan- Akibat sulit air bersih warga di Desa Bugel, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur jarang mandi. Kondisi itu terjadi sejak musim kemarau hingga terjadi krisis air bersih di lingkungan mereka.

Di Bugel sejak sebulan terakhir sumur maupun air rawa telah mengering. Untuk mendapatkan air bersih mereka terpaksa harus membeli dengan harga Rp2.000 perjirigen berkapasitas 30 liter per jerigen.

“Beli air hanya untuk kebutuhan masak, minum, dan mencuci saja, “ kata salah satu warga Bugel, Safii, Jumat (31/10/2014).

Menurutnya, biaya untuk membeli air dirasa cukup berat bagi warga Bugel.  Jika sehari membeli air minimal 2 jirigen harus mengeluarkan uang Rp4.000 ribu atau Rp120 ribu per bulan. Padahal saat ini warga tidak mendapatkan penghasilan apa-apa karena tidak bisa bercocok tanam.

Untuk menghemat,banyak warga yang akhirnya memilih tidak mandi. “Warga di RT 4 memilih tidak mandi untuk berhemat membeli air, “ cetus warga di lingkungan RT 4 yang enggan dinamanya ditulis.

Baca Juga :   Sopir Truk Ugal Tewaskan Petani

Agar tubuhnya tidak lengket, dan terserang gatal karena tidak mandi berhari-hari warga hanya menyibini (mengelap) tubuhnya dengan kain basah.

Kades Bugel, Sulistyowati, dikonfirmasi mengaku sempat mendengar warganya yang jarang mandi selama musim kemarau. Namun, dirinya tidak bisa berbuat banyak.

Disinggung kenapa tidak meminta bantuan air bersih ke BPBD Lamongan, dirinya pesimis mobil tangki air BPBD sulit masuk ke desanya. Persoalannya karena untuk masuk ke Desa Bugel harus melewati Desa Bulutengger. Sementara warga Bulutengger menerapkan aturan truk jenis apapun tidak boleh melintas di jalan desa mereka.

“Mudah-mudahan hujan segera turun sehingga tidak lagi sulit air bersih,“  harap Sulistyowati.  (tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *