SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan- Rencan pemerintah menaikkan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sebelum Januari 2015, tampaknya, belum berpengaruh terhadap pembelian di Setasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Di Lamongan, Jawa Timur, pembelian dan pasokan BBM di sejumlah SPBU masih stabil.
Dari pantauan SuaraBanyuurip.com, Minggu (2/11/2014) sejumlah SPBU di sepanjang jalan nasional Babat-Lamongan maupun SPBU di beberapa Kecamatan lainnya tidak terjadi tumpukan kendaraan. Pembelian masih berjalan normal.
Seperti di SPBU Turi dan SPBU Pucuk kendaraan yang mengisi bahan bakar tidak begitu padat. Kendaraan didominasi sepeda motor yang mengisi bahan bakar premium.
“Pembelian masih normal mas. Tidak ada kenaikan,” kata operator SPBU Turi, Heri.
Menurutnya, peningkatkan pembelian terjadi pada Sabtu sore dikarenakan banyaknya pekerja dari Surabaya yang ingin pulang ke kampung halaman untuk mengisi liburan akhir pekan.
“Setiap Sabtu dan Minggu pembelian BBM memang meningkat. Kalau Sabtu didominasi kendaraan dari arah Surabaya sedang hari minggunya kendaraan banyak dari arah Barat yang akan kembali ke Surabaya,” ujarnya lagi.
Dua SPBU di Babat juga tidak terlihat tumpukan kendaraan. “Pembelian BBM masih seperti hari-hari biasanya mas,” sambung operator SPBU Plaosan Sugeng.
Dia menambahkan, SPBU Plaosan juga belum mengajukan penambahan kuota premium dan solar karena tidak terjadi lonjakan pembelian.
Sebagaimana diketahui, pemerintahan Jokowidodo – Jusuf Kalla (Jokowi – JK) berencana menaikkan BBM bersubsidi Rp6500 per liter menjadi Rp9500 atau naik Rp3000 per liter sebelum Januari 2015. (tok)