Petisi Pemuda Banyuurip Dibahas SKK Migas

SuaraBanyuurip.comAthok Moch Nur Rozaqy

Bojonegoro-Koalisi Pemuda Untuk Banyuurip 2045 masih menunggu respons dari sejumlah penerima petisi. Mereka berharap langkahnya mendapat dukungan.

Tokoh pemuda Banyuurip, Nur Chamid, mengatakan, selain dilayangkan ke ExxonMobil Cepu Ltd (EMCL), petisi tersebut juga telah dikirim ke Satuan Kerja Khusus (SKK Migas) perwakilan Jawa Bali Madura, dan Nusa Tenggara (Jabamanusa).

“Masih menunggu suport dari SKK Migas Jabamanusa dan perwakilan EMCL Erwin Maryoto,” kata dia kepada Suarabanyuurip.com Sabtu (1/11/2014) kemarin.

Dia mengklaim petisi tersebut sedang dibahas oleh SKK Migas Jabamanusa. Kemudian, tambah dia, SKK Migas perwakilan akan mengirimkannya ke SKK Migas pusat.

“Saat ini katanya dibahas diinternal legal SKK Migas,” ucapnya.

Terpisah Kepala Urusan Humas SKK Migas Jabamanusa, Fatah Yasin, menyampaikan sudah menerima petisi dari Koalisi Pemuda Koalisi Untuk Banyuurip 2045. “Baru diemail tadi pagi, Mas,” timpalnya.

Menurutnya petisi tersebut lebih ditujukan ke EMCL bukan SKK Migas. “Namun demikian, kami akan konsultasikan ke pusat,” ujar Fatah.

Baca Juga :   Alumni MTs Negeri Balen Santuni Anak Yatim

Diberitakan sebelumnya pada Kamis (30/10) kemarin, Koalisi Pemuda Untuk Banyuurip 2045 mengaku telah melayangkan petisi yang berisikan tuntutan adanya jaminan kesejahteraan masyarakat sekitar proyek, khususnya kelompok usia produktif. Mereka menuntut agar kontrak CV.Monek yang mengerjakan pemotongan rumput di Gas Oil Separation Plant (GOSP) dan seluruh wialayah kerja sumur Banyuurip tidak diperpanjang dan diserahkan kepada koperasi atau perusahaan sekitar proyek.

Selain itu mereka juga menuntut seluruh perusahaan transparan dan akuntable dalam melibatkan peran aktif pemuda khususnya dalam hal perekrutan tenaga kerja.(roz)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *