SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro- Selain di lokasi Gas Oil Separations Plant (GOSP), gas suar bakar atau biasa disebut flare gas diketahui telah berdiri di Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, tepatnya di well Pad A di Desa Mojolelik, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
Menurut salah satu pekerja yang identitasnya tak mau disebutkan, flare tersebut berdiri sekitar satu bulan silam. Tepatnya sebelum kedatangan Menteri Koordinator Ekonomi, Chairul Tanjung yang menggantikan kunjungan kerja Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
“Seingat saya itu, Mas. Selebihnya saya kurang tahu pasti,” ujarnya.
Kepala Desa Gayam, Winto sebelumnya menyatakan, flare tersebut merupakan upaya teknis penambahan produksi di Lapangan Banyuurip, Blok Cepu sebesar 10 ribu barel per hari (Bph). Sebelumnya produksi Banyuurip diantara 20 ribu- 30 ribu bph.
Menurutnya, sebelum didirikan flare pihaknya bersama pemerintah desa (Pemdes) Mojodelik, Kecamatan Gayam, juga dilibatkan dalam perumusan dokumen Upaya Kelola dan Pengelolaan Lingkungan (UKL-UPL).
Bahkan pada perumusan itu, lanjut Winto, pihaknya mengusulkan agar tiang flare tersebut dibikin lebih tinggi dari yang ada di GOSP.
Mengenai hal ini belum ada penjelasan dari ExxonMobil Cepu Ltd (EMCL), operator Blok Cepu. Hingga berita ini diturunkan Field Public and Government Affairs Manager EMCL, Rexy Mawardijaya saat dikonfirmasi suarabanyuurip.com mengenai ihwal didirikannya flare tersebut belum memberikan jawaban. (roz)