Banjir Bandang Intai Warga Cepu

SuaraBanyuurip.comAhmad Sampurno

Blora – Mendung yang menggelayut di langit Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, beberapa hari terakhir ini mengundang kekhawatiran warga. Sebab di sejumlah wilayah di sana kerap diterjang banjir bandang ketika musim penghujan.

Kondisi itu pun selalu menjadi keluhan warga karena air hujan meluber ke rumah-rumah dan ruas jalan yang menyebabkan kemacetan di sejumlah titik.

Menurut Munarto, warga RT.01, RW 12 Kelurahan Balun, pendangkalan kali juga menjadi pemicu parahnya banjir bandang yang selama ini terjadi. Sebab sungai di wilayah setempat tidak pernah dikeruk. Selain itu juga semakin menjamurnya banguan liar di sungai pemisah antara keluarhan Balun dengan Kelurahan Cepu.

“Kalau banjir datang, air bisa mencapai ketinggian dada orang dewasa,” katanya kepada suarabanyuurip.com, Selasa (4/11/2014).

Dia mencontohkan, seperti kali yang juga dilintasi jembatan taman seribu lampu  tampak kumuh dan minim jalur lintasan air. “Sehinga air meluber hingga ke rumah-rumah warga dan berarus deras,” ujar Munarto.

Komandan Satuan Penanggulangan Bencana (Satgana) PMI Cepu, Anton Moedjiono, menyampaikan, ada empat wilayah di Kecamatan Cepu yang rawan terjadinya banjir bandang. Yakni Kelurahan Cepu, Karangboyo, Ngelo dan Dea Mulyorejo. 

Baca Juga :   Semua Desa di Bojonegoro Umumkan DD Secara Terbuka

“Yang langganan tergenang biasanya daerah taman seribu lampu, Jalan Ngareng, sepanjang jalan SMP 4 Cepu hingga pasar Desa Mulyorejo. Itu merupakan akses utama lalu lintas yang ada di Cepu,” sambung Anton.(ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *