SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro –Â Bangunan SDN Sumberoto, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur kondisinya memprihatinkan.
Saat hujan turun semua siswa diharuskan untuk pulang lebih awal. Kebijakan itu diambil para guru agar terhindar dari ancaman ambruknya bangunan.
Pantauan di lapangan, bangunan yang ada sejak tahun 1970 ini terbuat dari kayu dan banyak yang jebol. Tidak hanya itu banyak ditemukan lubang seukuran tiga jari manusia yang terjadi akibat proses pelapukan kayu selama puluhan tahun.
Kepala SDN Sumberoto, Pratiwi Rahayu, mengatakan jika hujan atau angin semua siswa langsung dipulangkan. “Kalau musim hujan, kami khawatir. Karena bangunannya sudah hampir roboh, dan banyak yang jebol. Daripada beresiko jadi kami pulangkan anak-anak lebih cepat,â€ujar Pratiwi Rahayu di tengah-tengah proses belajar mengajar siswanya, Senin (3/11/2014) kemarin pagi kepada Suarabayuurip.com.
Bangunan yang rawan roboh ini dihuni oleh siswa kelas 1, 2, serta kelas 5 yang berjumlah sekitar 45 siswa. Bangunan sekolah ini belum pernah direnovasi sampai sekarang ini. Meskipun mendapatkan batuan dari beberapa pihak, namun tidak mampu menutupi kerusakan yang sudah terbilang parah.
“Sejak dibangun tahun 1970an tiga kelas ini belum pernah direnovasi,† akunya.
Pihaknya menyampaikan, pada tahun 2014 ini sudah ada bantuan dari pemerintah namun hanya untuk tiga ruang kelas. Sementara, tiga kelas yang kondisinya lapuk ini belum tersentuh sedikitpun. “Nanti tahun 2015 dijanjikan akan dibangunkan tapi hanya dua ruang kelas saja,†tambahnya.
Sementara, salah satu siswa kelas 5, Khafidul, mengaku khawatir dengan kondisi ruang kelasnya yang rawan roboh dan berharap agar pemerintah tanggap dan segera memperbaiki ruang kelasnya agar proses belajar mengajar juga nyaman.
“Takut kalau roboh,†ujar pelajar yang juga warga Desa setempat.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Khusnul Khulug masih berusaha dikonfirmasi mengenai hal ini. (rien)