SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan – Belum semua areal persawahan di Lamongan, Jawa Timur, terjangkau jaringan irigasi yang memadai. Sehingga meski ketika air di waduk melimpah, areal persawahan di sana hanya bisa mengandalkan air hujan.
Seperti dituturkan Suparto, petani Desa Doyomulyo, Kecamatan Kembangbahu. Menurut dia, belum semua sawah di desanya terjangkau jaringan irigasi.
“Petani di desa saya sudah panen padi terakhir pada Agustus kemarin. Alhamdulillah masih bisa panen karena sebagian masih keduman air irigasi dari Waduk Gondang,†ucap Suparto usai menerima bantuan pompa air di Dinas Pertanian dan Kehutanan, Selasa (4/10/2014).
Ia berharap dengan bantuan pompa air yang diberikan itu bisa dimanfaatkan petani untuk mengambil air dari jaringan irigasi Waduk Gondang.
Bupati Lamongan, Fadeli, menyampaikan, bantuan pompa air yang diserahkan ini berukuran tidak terlalu besar. Karena memang dikhususkan untuk petani dengan lahan pertanian yang jauh dari jaringan irigasi.
“Semoga bantuan pompa ini bisa membantu kesulitan petani, “ kata Fadeli.
Di tahun anggaran 2015, bidang pertanian masih akan difokuskan pada program peningkatan produktivitas pertanian melalui peningkatan kualitas sarana dan prasarana pertanian. Seperti modernisasi pertanian, memperbanyak bantuan hand tracktor dan perbaikan infrastruktur pertanian. Yaitu pembangunan jaringan irigasi dan pengerukan waduk-waduk.
Disebutkan Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Lamongan, Aris Setiadi, jumlah bantuan pompa yang diserahkan sebanyak 67 unit kepada kelompok tani di 18 kecamatan. Diantaranya di Kecamatan Kembangbahu, Deket, Lamongan, Sekaran, Sarirejo, Karangbinangun, Modo dan Babat. Sebanyak 67 unit pompa air tersebut berukuran 4 dim dengan besaran daya 8,5 pk.
Data di tahun 2013 menyebutkan, dari total 87.449 lahan sawah di Lamongan, sebanyak 52.420 hektar diantaranya menggunakan irigasi teknis. Sementara sisanya, atau 35.079 hektar menggunakan tadah hujan.
Selain itu terdapat 53.223 hektar lahan bukan sawah. Yakni berupa tegal/kebun, ladang, perkebunan, hutan rakyat dan hutan negara. Lamongan sendiri selama ini adlaah salah satu lumbung pangan Jawa Timur dengan produksi tahun 2013 mencapai 967.497 gabah kering giling (GKG). Sementara tahun ini diperkirakan mampu mencapai lebih dari 1 juta ton GKG.(tok)
Â