SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur telah menetapkan darurat kekeringan. Kejadian luar biasa kekeringan ini diprediksi akan berlangsung hingga minggu ketiga bulan Nopember 2014.
Camat Purwosari, Bambang Supriyanto, mengatakan, bencana kekeringan di musim kemarau tahun ini tergolong panjang. Sehingga perlu adanya antisipasi dari semua pihak utamanya perhatihan warga yang dilanda kesulitan air bersih.
“Sesuai informasi yang kami terima dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah kemarau akan terjadi minggu ke tiga Nopember bahkan, sampai minggu pertama bulan Desember,” kata Bambang Supriyanto kepada suarabanyuurip.com saat menerima bantuan air bersih dari PEPC beberapa waktu lalu.
Karena itu, dia beretrima kasih kepada PEPC yang sudah ikut andil membantu air bersih warga yang dilanda krisis air, meskipun Dropping yang dilakukan bertahap. “Kita juga sudah menghimbau kepada warga yang sudah mendapatkan air untuk menghemat,” ujar Bambang.
Kepala Desa Kuniran, Masdjudi menambahkan, untuk warga di desanya yang dilanda krisis air bersih berada di beberapa delapan rukun tetangga (RT).”RT 3, 4, 8, 9, 10, 11, 12 dan 15,” imbuh Masdjudi. (sam)