SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Sejumlah aktivis gabungan dari Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) dan Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (LMND) melakukan aksi demonstrasi menolak rencana kenaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) oleh pemerintah, Kamis (6/11/2014).
Mereka melakukan aksi dengan membentangkan spanduk bertuliskan Tolak Kenaikkan BBM di Jalan Sunan Kalijogo dan melakukan kecaman rencana pencabutan subsidi BBM. Massa Kemudian masuk ke halaman Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tuban.
“Kenapa kita datang ke sini (Gedung DPRD Tuban)?, karena secara formal DPR adalah representasi dari kepentingan rakyat,†kata Inal, salah satu demonstran melakukan orasi di halaman DPRD Tuban.
Aktivis menilai, kenaikan harga BBM akan berdampak langsung kepada masyarakat kelas bawah. Tidak hanya permasalahan transportasi yang akan mahal, tetapi juga pada sektor industri kecil, pertanian, perdagangan, maupun rumah tangga.
“Kenaikan tahun 2013 lalu pada masa presiden SBY saja dampak negatifnya masih dirasakan sampai sekarang. Ini mau kok dinaikkan lagi,†timpal kordinator aksi, Irwandi, disela-sela aksi.
Mereka beranggapan, alasan pemerintah menaikkan BBM karena membebani Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tidak masuk akal. Karena masih ada beban cost belanja yang sangat boros, salah satunya adalah belanja aparatur negara yang mencapai 60 sampai 70 persen dari APBN.
“Pemerintah tidak seharusnya mengorbankan pembeli BBM kelas menengah ke bawah, kalau misalkan subsidi BBM ini dianggap hanya dinikmati kelas menengah kebawah kenapa tidak menaikkan saja harga pajak kendaraan roda empat milik pribadi,†ujar Irwandi.
“Kami minta DPRD Tuban mau satu suara dengan kami menolak kenaikan harga BBM,†lanjutnya.
Dalam aksinya para aktivis ditemui anggota DPRD Tuban dari Fraksi PDI Perjuangan, Tulus Setyono, dan dari PKS, Rahmat. Mereka mengatakan akan meneruskan tuntutan para aktivis ke tingkat pusat.(edp)