SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamogan-Sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Lamogan, Jawa Timur telah mendapat pengiriman Pertamina DEX sejak dua minggu lalu, namun penjualannya sangat rendah. Ditengarai mobil dinas, alat berat dan kendaraan industri di wilayah setempat yang di wajibkan menggunakan bahan bakar ini enggan membelinya.
“Penjualannya masih sepi mas. Sehari belum tentu ada satu mobil yang membeli Pertamina DEX, “ ujar operator di SPBU Lamongan yang enggan namanya ditulis kepada suarabanyuurip.com, Kamis (5/11/2014).
Hal serupa juga diakui Pengawas SPBU Babat, Ridwan. Menurutnya sejak dipasok Pertamina DEX sejak dua minggu lalu, belum satu literpun laku. “Dapat stok Pertamina DEX 4 ribu liter. Namun hingga dua minggu ini belum laku sama sekali,†sambung Ridwan.
Ridwan tidak tahu pasti enggannya pemilik kendaraan membeli pertamina DEX. Apakah karena kurangnya sosialisasi dari pemerintah, mahalnya harga Pertamina DEX yang mencapai Rp12.500 perliter atau kurang sadarnya pemilik kendaraan membeli bahan bakar tersebut.
“Pihak operator selalu mengarahkan pengemudi mobil dinas, mobil perusahaan untuk mengisi bahan bakar Pertamina DEX. Tapi pada tidak mau,†ujar dia, mengungkapkan.
Ridawan mengaku, operator SPBU tidak memiliki kewenangan untuk memaksa pengendara mobil mengisi bahan bakar Pertamina DEX.(tok)