SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro- Rencana Koalisi Pemuda Untuk Banyuurip 2045 mengirim petisinya ke Sekretariat Negara (Setneg) akhirnya dilakukan. Langkah itu terpaksa ditempuh karena sampai saat ini belum ada kejelasan tentang tuntutan mereka.
Tuntutan yang dimaksud adalah meminta operator migas Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) tidak memperpanjang kontrak CV.Monek, yang mengerjakan pemotongan rumput di Gas Oil Separation Plant (GOSP) dan seluruh wialayah kerja sumur Banyuurip agar diserahkan kepada koperasi atau perusahaan lokal sekitar pemboran Banyuurip.
Selain itu juga meminta agar seluruh perusahaan transparan dan akuntable dalam melibatkan peran aktif pemuda khususnya dalam hal perekrutan tenaga kerja.
“Kemarin petisinya sudah saya kirim ke Jakarta,” kata Tokoh Pemuda Banyuurip Untuk 2045, Nur Chamid kepada suarabanyuurip.com Minggu (9/11/2014).
Dia mengungkapkan, sesuai rencana petisi itu dilayangkan jika tuntutannya tak kunjung diharapkan. Chamid berharap, petisi tersebut dapat diketahui oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) maupun Setneg.
“Semoga saja segera mendapat jawaban,” ucapnya.
Sebelumnya sejumlah karang taruna di sekitar proyek Banyuurip juga mendukung langkah yang diambil Koalisi Pemuda Untuk Banyuurip 2045 sepanjang itu untuk kepentingan pemuda.(roz)