SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Kendati harga sayuran sekarang masih tergolong normal meski belum masa hujan, tidak demikian dengan harga komoditas cabai di Kabupaten Tuban, Jawa Timur.Â
Saat ini harga cabai di sejumlah pasar tradisional di Bumi Wali -sebutan lain Tuban- cukup membuat warga tercengang. Harga menembus Rp43ribu perkilogramnya untuk jenis cabai rawit. Kenaikan tersebut mencapai 3 kali lipat dari harga ketika pasokan bumbu dapur itu normal.
“Kalau harga normalnya itu ya 18 ribu satu kilogram,†kata Qomariyah (23), pedagang cabai di pasar Tuban, Senin (10/11/2013).
“Sekarang pasokannya jauh berkurang di Tuban, hingga harganya ikut tinggi,†lanjut Ibu satu anak ini menerangkan.
Naiknya harga cabai sampai menembus Rp43 ribu/kg itu tidak hanya terjadi secara langsung. Tetapi bertahap seiring dengan pasokan yang terus menerus berkurang.
Awalnya dari harga Rp10 ribu naik menjadi 18 ribu perkilogram, naik kembali menjadi 27 ribu perkilogram, kemudian 39 ribu dan sekarang sampai di angka 43 ribu perkilogram.
“Setiap Minggu pasokan yang kita dapat berkurang, setiap hal itu terjadi harga pun ikut melambung,†sambung Darto, salah satu distributor Cabai di Pasar Besar Tuban.
Sama halnya dengan cabai rawit, kenaikan juga terjadi untuk cabai hijau. Harga yang awalnya kurang dari Rp10 ribu, kini naik menjadi Rp27 ribu dan minggu ini naik kembali menjadi 40 ribu perkilogram.
Naiknya harga cabai ini dikeluhkan sejumlah pedagang Makanan dan Minuman (Mamin) di Tuban. Mereka merasa terbebani dengan ongkos belanja sementara tidak tega untuk menaikkan harga makanan yang dijual.
“Mau mengurangi jumlah cabai untuk bumbu nanti masakannya juga jadi tidak enak, juga pasti diprotes sama pembeli,†ujar Prapti, salah satu penjual Mamin di jalan Dr Wahidin Sudiro Husodo Tuban.
“Belum lagi kalau BBM naik akan diikuti juga dengan kenaikan harga bahan makanan yang lain,†tandasnya.(edp)