SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Pemerintah Desa (Pemdes) Katur, Kecamatan Gayam, Bojonegoro, Jawa-Timur merasa diremehkan perusahaan yang mengerjakan proyek konstruksi Banyuurip, Blok Cepu yang dioperatori ExxonMobil Cepu Limited (EMCL). Alasannya, setiap perekrutan tenaga kerja (naker) pemdes tak pernah dilibatkan.
Padahal sebelum proyek konstruksi berlangsung, kontraktor yang terlibat di proyek engineering, procurement and construction (EPC) Banyuurip akan menggandeng pemdes dalam perekrutan naker. Namun belakang ini pemdes ditilap dan terkesan diadu dengan warga. Karena tanpa melalui pihak Pemdes, orang luar bisa memasukan naker ke proyek Blok Cepu.
“Kami seakan malah terkesan diadu domba dengan warga. Contohnya, jika warga melamar kerja disuruh berkoordinasi dengan perangkat desa. Tetapi tanpa melalui perangkat desa ternyata juga bisa masuk,” kata Kepala Desa (Kades) Katur, Sukono kepada suarabanyuurip.com, Senin (10/11/2014).
Dia mengatakan, permasalahan ini telah disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten(Pemkab) Bojonegoro yakni tim konten lokal untuk dicarikan solusinya.
“12 Kades se Kecamatan Gayam sudah menghadap pak Bupati beberapa waktu lalu untuk minta solusi terkait dengan perekrutan naker agar tidak diremehkan oleh perusahaan,” tegas Sunoko.
Dia menambahkan, dengan pemkab mengetahui permasalahan ini kedepan perusahaan yang baru memulai aktifitas di Blok Cepu maupun di proyek unitisasi gas Jambaran – Tiung Biru (J-TB) tetap menggandeng pemdes dalam perekrutan naker.
“Saya tidak sebutkan salah satu perusahaannya sekarang tidak etis, Mas. Namun semoga kejadian yang tidak baik ini kedepan tidak terulang lagi,” tandas Sukono. (sam)