K3S Diminta Proaktif

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro -  Perwakilan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Jawa Bali, Madura, dan Nusa Tenggara (Jabamanusa) meminta kepada kontraktor kontrak kerja sama (K3S) migas untuk lebih meningkatkan komunikasi dengan lembaga lokal, pemuda maupun organisasi lainnya di sekitar wilayah kerjanya.

K3S juga dituntut kooperatif dalam melaporkan setiap permasalahan yang terjadi pada pelaksanaan proyek yang dikerjakan tanpa ada yang ditutupi. Agar permasalahan yang ada dapat segera dicarikan solusi sehingga tak mengganggu target pekerjaan.

Hal itu disampaikan Public and Government Affairs SKK-Migas Perwakilan Jabamanusa, Priandono Hernanto, disela-sela acara menemui Koalisi Pemuda Untuk Banyuurip 2045 di Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Bojonegoro, Jawa-Timur, Selasa (11/11/2014).

Priandono Hernanto, mencontohkan, seperti permasalahan antara Koalisi Pemuda untuk Banyuurip 2045 yang mengirim petisi kepada operator proyek Banyuurip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (MCL) yang ditembuskan juga kepada SKK-Migas yang hingga saati ini belum terselesaikan tersebut.

Tentang permintaan agar EMCL tidak memperpanjang kontrak CV. Monek, yang mengerjakan pemotongan rumput di Gas Oil Separation Plant (GOSP) dan seluruh wialayah kerja sumur Banyuurip agar diserahkan kepada koperasi atau perusahaan lokal sekitar pemboran Banyuurip.

Baca Juga :   Lapangan Minyak Kedung Keris Blok Cepu Segera Dikembangkan, Bisa Tambah Produksi 16 Ribu Bph

“Bukan berarti EMCL saya anggap belum menjalin komunikasi yang baik. Tetapi, saya minta untuk lebih meningkatkan lagi komunikasi kepada lembaga, pemuda maupun lainnya disekitar Proyek Banyuurip, Blok Cepu. Agar setiap ada permasalahan tidak semakin berkepanjangan,” kata Priandono Hernanto.

Menurut Priandono, jika tidak segera diselesaikan maka tidak menutup kemungkinan permasalahan yang terjadi bisa menghambat pekerjaan yang dilakukan.

“Saya yakin jika tidak saling melempar, masalah ini bisa segera diselesaikan secara cepat. Sekalipun SKK-Migas tidak turun langsung dilapangan. Karena, titik permasalahannya hanya dimiskomunikasi saja,” ungkapnya.

Dia menambahkan, berbagai bukti telah terkumpulkan untuk mengurai permasalahan yang terjadi antara EMCL dengan Koalisi Pemuda untuk Banyuurip 2045 yang hingga saat ini belum terselesaikan.

“Intinya bukti-bukti sudah kami kantongi baik jawaban EMCL kepada Koalisi Pemuda Untuk Banyuurip 2045 seperti apa, dan termasuk pula uraian petisinya,” tegasnya. (sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *