SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro – Rampungnya pengerjaan proyek lapangan Banyuurip, Blok Cepu, diprediksi akan berdampak pada beban psikologis warga maupun pemuda desa sekitar yang saat ini terlibat dalam proyek.
Sejumlah pemuda desa setempat menilai tidak lama lagi warga ring 1 diperkirakan akan mengalami stres lantaran kontrak kerja telah habis.”Karena itu sebaiknya disini mulai dibangun pusat rehabilitasi atau rumah sakit yang khusus akan menangani orang stres karena kehilangan pekerjaan,” celetuk salah seorang pemuda dari Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Abdul Wahab, kepada Suarabanyuurip.com Selasa (11/11/2014).
Tersirat apa yang diungkapkannya merupakan bentuk sindiran, sekaligus kritik kepada pemangku kebijakan maupun operator. Warga berharap mereka tak lepas tangan terhadap kondisi sosial ekonomi akibat dampak proyek Lapangan Banyuurip, Blok Cepu.
“Memang benar kondisinya akan seperti itu, Mas. Kalau proyek selesai mau apalagi orang sini,” ujarnya lagi.
Ketua Karang Taruna Desa Gayam, Muhammad Aris, sebelumnya juga memprediksi para pemuda akan menjadi pengangguran. Namun demikian, untuk saat ini masih dalam puncak penyerapan tenaga kerja di Lapangan Banyuurip, Blok Cepu. Terutama di proyek EPC – 1.
“Kalau di EPC – 5 mungkin masih agak lama,” tuturnya. (roz)