SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro –Â Dalam rapat pembahasan KUA P-PAS Tahun 2015, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur mengkritik Dinas Perhubungan yang hanya memberikan kontribusi parkir berlangganan, dan parkir harian yang jumlahnya sangat sedikit.
Anggota Komisi D, Ali Huda, menyampaikan, saat melakukan bedah Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Dinas Perhubungan tahun 2014 Â Â untuk parkir berlangganan mencapai Rp5,7 miliar, sementara tahun 2015 mendatang diproyeksikan sebesar Rp5,8 miliar.
“Itu artinya, peningkatan pendapatan hanya Rp100 juta saja, padahal volume kendaraan tiap tahunnya meningkat pesat. Ini menghitungnya dengan jari atau kalkulator,†sindirnya, Selasa (11/11/2014) .
Dia menyampaikan, saat melakukan kunjungan di lapangan salah satunya Stasiun Besar Bojonegoro, satu hari saja parkir kendaraan roda 2 dan 4 mencapai 10 kendaraan lebih. Belum lagi titik-titik parkir yang ramai lainnya.
“Tolong dari sisi pendapatan, Dishub jangan asal menyebut angka,†tegasnya.
Sementara untuk parkir harian, pada tahun 2014 target PAD sebesar Rp170 juta, tetapi berani mengestimasikan pendapatan tahun depan hanya Rp160 juta. Jumlah ini justru menurun, padahal faktor peningkatan parkir harian sudah jelas.
“Coba Dinas Perhubungan menyerahkan parkir harian ke pihak ketiga, mereka berani patok anggaran sampai dengan dua miliar. Hal yang aneh sekali kok bisa-bisanya menurunkan target pendapatan dari parkir,†ujarnya menggebu-nggebu.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan, Iskandar, menyampaikan, apa yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan selama ini sudah maksimal. Prediksi peningkatan parkir berlangganan secara riil bisa mencapai Rp5,9 miliar atau bisa dibulatkan sebesar Rp6 miliar.
“Sementara parkir harian, kami sudah menempatkan 100 juru parkir dengan gaji satu juta rupiah tiap bulan dengan tugas mengarahkan parkir berlangganan, dan memungut parkir di luar Bojonegoro,†sergahnya. (rien)