SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Selama bulan Oktober lalu, sebanyak 28 nyawa melayang akibat terlibat Kecelakaan Lalu Lintas (Laka Lantas) di Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
Jumlah ini cukup meningkat tajam, mengingat pada bulan sebelumnya, yaitu bulan September, ada 17 korban meninggal akibat Laka Lantas.
“Kita berharap bulan November ini angka korban meninggal akibat kecelakaan bisa ditekan,†kata Kasatlantas Polres Tuban, AKP Fakih, Rabu (5/11/204).
Fakih mengatakan, kalau pada bulan Oktober lalu memang ada peningkatan. Tidak hanya di jumlah meninggal, tetapi juga pada jumlah kecelakaan.
“Totalnya ada 119 peristiwa kecelakaan lalu lintas, dari peristiwa ini yang terlibat ada 140 kendaraan roda dua , dua puluh mobil penumpang, dan kendaraan barang 39 unit,†kata Fakih.
“Memang yang paling banyak adalah kendaraan roda dua,†Fakih melanjutkan.
Perwira kelahiran Bojonegoro ini menegaskan, banyaknya kasus kecelakaan akibat lengahnya pengendara dalam mengemudi. Utamanya ketika berada di wilayah Jalur Pantura yang membentang dari perbatasan Kabupaten Rembang, Jawa Tengah menuju ke wilayah Jawa Timur.
“Lengah dan kurang memperhatikan kondisi lalu lintas ketika berkendara,†kata Fakih.
Pun demikian, faktor lain yang kerap menyebabkan kecelakaan lalu lintas adalah kurangnya kesadaran untuk mematuhi rambu-rambu lalu lintas. Akibatnya adalah kecelakaan yang bahkan bisa merenggut nyawa. Untuk hal ini, Satlants Polres Tuban mengklaim sudah melakukan beberapa tindakan pencegahan.
“Kita sudah berusaha menekan supaya kecelakaan ini tidak terjadi, utamanya pada penindakan kendaraan yang berpotensi menimbulkan kerawanan dan sosialisasi kepada pengendara utamanya pengemudi jasa angkutan, †tandasnya. (edp)