Polisi Abaikan Laporan Penimbunan BBM Ilegal

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Polres Bojonegoro, Jawa Timur mengabaikan laporan masyarakat yang menduga adanya penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) ilegal oleh salah satu oknum polisi, di sebuah gudang di Jalan Rahmat Hakim, Kecamatan Kota, Bojonegoro, Rabu (12/11/2014).

Saat dikonfirmasi beberapa awak media Kapolres Bojonegoro, AKBP Ady Wibowo, menyatakan, tidak tahu dan akan menindak tegas apabila informasi yang diperoleh benar adanya.

“Saya akan cek terlebih dahulu, anda dapat berita darimana?” ujarnya kepada Suarabanyuurip.com melalui Short Message Service.

Bahkan, ketika beberapa awak media mengintai lokasi yang diduga sebagai tempat penimbunan BBM, dan menginformasikannya kepadanya tidak ada tanggapan sama sekali. Berkali-kali dihubungi melalui telephone selular tetap tidak diterima.

Kendati begitu salah satu petugas dari Polres Bojonegoro yang mewanti-wanti tidak disebut namanya pernah mengingatkan bahwa kegiatan ilegal, dan melanggar hukum yang dilakukan oleh rekannya itu.

“Padahal, teman-teman pernah menyarankan supaya tidak melakukan penimbunan BBM,”ungkapnya saat dimintai keterangan melalui telephone.

Tidak itu saja, Musrifah, warga setempat mengakui cukup lama ada truk tangki yang memuat BBM menuju gudang tersebut setiap hari. “Tapi kalau akhir-akhir ini jarang melihat lagi,” katanya.

Baca Juga :   Belum Rasakan Dampak Positif, Berharap Lapangan Migas Giyanti Blok Cepu Segera Diaktifkan

Dari pantauan di lapangan, gudang tersebut terletak di ujung gang, dan berada di pinggir sawah. Terlihat tembok yang terbuat dari batu-bata berukuran sangat tinggi dan terdapat kawat berduri.

Gudang yang bergandengan dengan rumah tersebut nampak tertutup rapat. Meskipun ada tanda-tanda kegiatan di dalam gudang, namun tidak satupun terdapat tanda-tanda aktifitas pengangkutan BBM ilegal baik menggunakan tangki maupun jirigen.

Laporan yang diberikan tersebut dilakukan oleh seorang warga berinisial Yd (40), jika terjadi aktifitas mencurigakan di lokasi gudang milik salah satu oknum Polisi bernama Bsk.

Dari keterangan pria yang sudah tidak muda lagi ini, setiap dua hari sekali truk tangki berkapasitas 5.000 liter selalu datang, dan pergi membawa BBM dari gudang tersebut yang awalnya diangkut menggunakan jirigen, dan kendaraan Hi Aice berwarna putih.

“Kalau tidak ada tanggapan, berarti polisi tebang pilih dalam menegakkan hukum,” ujarnya.  (rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *