BUMD Bojonegoro Dianggap PHP

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Spanduk bertuliskan “Proyek Pemkab Abal-Abal” di lokasi proyek pembangunan fasilitas pengolahan gas flare milik Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bojonegoro, Jawa Timur, PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) di Dusun Plosolanang, Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, sepertinya terbukti.

Sebab proyek yang dimulai tahun 2011 silam itu sampai sekarang mandeg. Di lokasi seluas sekira 4 hektar tersebut hanya diurug tanah pedel. Tidak ada aktifitas konstruksi yang dilakukan kontraktor yang digendeng BBS.

Warga Desa Campurejo, Yusuf, menilai, proyek gas flare oleh BUMD Bojonegoro tersebut hanyalah lelucon belaka.  Ia menduga, ada skenario dibelakang gagalnya pembangunan fasilitas gas flare karena alasan yang diberikan PT BBS tidak masuk akal kepada media.

“Itu hanya pembodohan saja, pasti ada kepentingan dibalik ini semua,” kata dia kepada suarabanyuurip.com, Senin (17/11/2014). 

Menurut dia, dengan mandegnya proyek gas flare ini sudah tidak ada lagi yang diharapkan pemuda Campurejo dari perusahan pelat merah milik Pemkab Bojonegoro tersebut. 

Baca Juga :   PPSDM Migas Beri Pelatihan dan Sertifikasi Online Medco E&P Natuna

“Kalau anak muda jaman sekarang bilangnya PHP, alias Pemberi Harapan Palsu,” ujar pria 30 tahun ini.

Dikonfirmasi terpisah, Direktur Utama PT BBS, Deddy Afidick, mengaku telah meminta saran kepada Bupati Bojonegoro, Suyoto untuk tidak meneruskan kontrak Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) dengan operator migas Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina – PetroChina East Java (JOBP-PEJ) karena tidak ada kejelasan hingga sekarang ini.

“Infrastruktur belum berjalan, karena PJBG nya tidak jelas, terlebih gas yang ada sekarang ini dibawah 1 MMCFD,” kilahnya.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *