SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Untuk mengantisipasi dampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, Satuan Brimob Detasemen C Pelopor Polda Jatim, melakukan pemantauan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Mereka berpatroli ke semua SPBU dengan bersenjata lengkap.
Kanit 1 Subden 3 Den C Pelopor, Iptu Sudarsono, menyampaikan, pemantauan tersebut dilakukan untuk mengamankan masyarakat terutama di SPBU agar tidak terjadi tindakan anarkis sebagai bentuk kekecewaan akibat kenaikkan harga BBM.
“Jangan sampai ada yang melakukan aksi bakar, atau lain sebagainya yang membahayakan,†tegasnya kepada suarabanyuurip.com, Selasa (18/11/2014).
Dari 16 SPBU di Bojonegoro, pihaknya akan melakukan pemantauan baik di dalam kota maupun di luar kota. Dengan mengamankan SPBU akan dapat meminimalisir tindak kriminalitas dan kemungkinan-kemungkinan gangguan yang membahayakan.
“Kita akan amankan sampai kondisi aman,†tandas Sudarsono.
Sementara itu, Afriza (20), mengaku kenaikan BBM bersubsidi yang diputuskan pemerintah sangat tidak masuk akal. Karena harga minyak dunia turun dan pastinya akan menambah beban rakyat kecil dengan kenaikkan harga sembako .
“Saya tambah pusing Mbak, tidak bisa pulang-pergi dirumah saya Desa di Purwosari karena setiap hari harus berangkat kuliah di ujung kota. Sementara uang saku pas-pasan,†keluh Mahasiswa Universitas Bojonegoro (Unigoro) semester III ini.(rien)