Petani Kecewa, BBM Naik Bersamaan Musim Tanam

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro – Keputusan pemerintah menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada Senin (17/11/2014) pukul 00:00 WIB mengundang kekecewaan petani sekitar Ladang Minyak Tiung Biru (TBR) di Desa Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Karena kenaikan harga BBM bersamaan memasuki musim tanam karena musim penghujan sudah mulai turun.

“Ini tentu akan memberatkan petani menyiapkan biaya produksi,” kata salah satu petani Desa Kalisumber, Prapto kepada suarabanyuurip.com, Selasa (18/11/2014).

Untuk memulai tanam petani harus menyiapkan biaya produksi untuk membeli pupuk, obat-obatan, benih, dan BBM untuk operasional alat pertanian seperti traktor dari diesel guna mengalirkan air. 

Jika harga BBM di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) saat ini naik menjadi Rp8.500 per liter dari sebelumnya Rp6.500 untuk jenis premium, dan Rp7.500 per liter untuk jenis solar dari sebelumnya Rp5.000, tentunya akan sangat memberatkan petani yang mulai menggarap sawah. 

“Seharusnya, pemerintah menata dulu perekonomian rakyat, sambil mensosialisasikan akan adanya kenaikan harga BBM. Sehingga tidak membuat masyarakat kaget dengan kenaikkan BBM,” ujar Prapto, menjelaskan.

Baca Juga :   Volume Debu Meningkat Rawan Penyakit

Tokoh masyarakat Kalisumber ini berharap pemerintah segera mengambil tindakan cepat untuk mengantisipasi dampak kenaikan harga BBM agar kondisi warga tidak semakin terpuruk. Salah satunya adalah dengan mengantisipasi kenaikan harga kebutuhan pokok.   

“Selain mengantisipasi melonjaknya kebutuhan pokok tentunya juga harga pupuk maupun obat-obatan pertanian juga diantisipasi. Agar tidak semakin menyekik petani,” imbunya menerangkan.

Terpisah, Harjianto, warga Desa Gayam, Kecamatan Gayam, mengaku sebagai masyarakat kecil dirinya tak bisa berbuat apa-apa terkait kebijakan yang diambil pemerintah.

“Kami pasrah saja. Tetapi, jika pemerintah sudah berani mengambil sikap menaikan harga BBM tentunya juga harus menata perekonomian warga,” sambung Harjonto.

Menurut dia, kenaikan harga BBM ini tidak begitu berdampak bagi masyarakat mampu. Namun berbeda dengan warga yang tidak mampu dipastikan akan menambah beban hidup.(sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *