Gabungan Organisasi Demo Tolak Kenaikan BBM

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban – Gelombang unjuk rasa menolak keputusan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada Senin (17/11/2014) malam kemarin, terus terjadi di daerah. Di Tuban, Jawa Timur, puluhan massa dari gabungan beberapa organisasi melakukan demonstrasi menolak harga baru BBM yang ditetapkan pemerintah, Rabu (19/11/2014).

Aksi diawali dari lingkungan Gedung Olahraga (GOR) Kabupaten Tuban. Kelompok massa pertama, berangkat dari sisi barat GOR, dan masuk Jalan Patimura, berasal dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Liga Mahasiswa Nasional Demokrasi (LMND), Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI), dan juga dari Permaker Tuban.

Massa kedua, berangkat dari sisi selatan GOR dan masuk Jalan Sunan Kalijogo. Berasal dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Tuban.

Kedua kelompok ini melakukan orasi secara bersama dan bertemu di bundaran Patung Letda Sutjipto, depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tuban.

“Kami menolak adanya kenaikan bahan bakar minyak yang dapat menyengsarakan rakyat kecil,” kata Zainal, salah satu aktivis dari Liga Mahasiswa Nasional Demokrasi (LMND) Tuban.

Baca Juga :   Warga Ring 1 Blok Cepu Positif Virus Corona

“Kebijakan dari Jokowi-JK kami rasa tidak berpihak kepada rakyat kecil, karena pasti diikuti dengan kenaikan harga-harga lain,” tegas Nonok, aktivis lain dari GMNI Tuban.

Demonstran mengatakan kalau kenaikan harga BBM berdampak pada melambungnya bahan dasar kebutuhan masyarakat. Himpitan ekonomi akan sangat dirasakan masyarakat kecil.

Mereka juga menyoroti alasan pemerintah, kalau yang menikmati subsidi BBM selama ini adalah kaum menengah ke atas.

“Dengan kondisi seperti ini, kenapa tidak saja menaikkan pajak bagi perusahaan internasional dan besar yang ada di Indonesia?” kata Fathur, aktivis dari PMII Tuban.

Puas berorasi, mereka menuju ke gedung wakil rakyat dan ditemui Ketua DPRD Tuban, Miyadi. Ketika diminta pernyataannya oleh mahasiswa, Miyadi mengatakan meski secara pribadi dia tidak menolak BBM naik, tetapi sebagai Ketua DPRD berjanji akan meneruskan aspirasi yang dibawa para demonstran.

“Secara kelembagaan, kami akan meneruskan aspirasi dari masyarakat sesuai dengan tugas kami,” tandas Miyadi.

Usai dari Gedung DPRD Tuban, massa kemudian menuju kembali ke bundaran Letda Sutjipto Tuban. Usai melakukan orasi dan memberi seruan kepada masyarakat, mereka langsung membubarkan diri.(edp)

Baca Juga :   Bupati Bojonegoro Kembali Berangkatkan 120 Calon Jemaah Haji

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *