SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Aksi teatrikal yang cukup unik dilakukan para aktivis dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Tuban, sebelum bergabung dengan organisasi lain untuk menyuarakan aksi penolakan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, Rabu (19/11/2014).
Puluhan aktivis PMII menggelar shalat jenazah di bundaran Patung Letda Sutjipto Tuban. Di hadapan mereka terbentang spanduk penolakan BBM, dan seorang aktivis berkemeja kotak dan berkalungkan tulisan Jokowi.
Menurut mereka, shalat jenazah ini sebagai simbol matinya pemikiran pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Jokowi dan Jusuf Kalla.
“Shalat jenazah ini sebagai simbol matinya pemikiran Jokowi dan Jusuf Kalla dengan menaikan harga BBM,†kata salah satu pengurus cabang PMII Tuban, Arief, disela aksi yang mereka lakukan.
Selain shalat jenazah, mereka juga menyembelih seekor ayam di tempat yang sama. Penyembelihan ayam ini sebagai simbol apabila pemerintah sekarang sudah mematikan urat nadi rakyat kelas bawah.
“Penyembelihan ayam ini sebagai simbol diputusnya urat nadi masyarakat,†kata Ketua PC PMII Tuban, Fathur Rahman.
Usai melakukan aksinya, aktivis ini langsung bergabung dengan aktivis lain dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Liga Mahasiswa Nasional Demokrasi (LMND), Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI), dan juga Permaker Tuban. (edp)