SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Keberadaan anak jalanan (Anjal) di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mulai dikeluhkan warga. Mereka terlihat dibeberapa sudut utama Cepu untuk mecari uang receh dari pengendara mobil yang berhenti di traffic light dengan cara mengamen.
Tidak jarang pula mereka beroperasi di taman seribu lampu dengan menyasar para pedagang dan pengunjung taman, serta angkringan. Mereke mengamen dengan cara berkelompok.
Salah seorang warga Kelurahan Cepu, Wawan, mengaku cukup risih dengan banyaknya anjal di Kecamatan penghasil egg roll waluh ini. Sebab, berulang kali anjal dengan tampilan ala punk mengamen, dan serang memaksa bila tak diberi uang.
“Keberadaan anjal sudah cukup meresahkan warga,’’ tutur pria berusia 25 tahun ini.
Menurutnya, saat siang hari mereka bergerombol pada traffigh light. Sedang pada malam hari di sejumlah angkringan. Wawan berharap, ada perhatian dari petugas keamanan sekitar untuk menertibkan anjal.
“Demi kenyamanan dan keamanan seharusnya anjal yang mengamen perlu ditertibkan,† saran Wawan saat ditemui di salah satu tempat angkringan.
Senada disampaiakan Subianto, Warga Kelurahan Balun. Dia juga mengaku mengeluhkan banyak anjal berpenampilan punk mengamen di Kecamatan. Salah satu tempat yang dipenuhi yakni taman seribu lampu Cepu.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Satpol PP Kecamtan Cepu, Dahlan Rosidi, menjelaskan, bahwa pihaknya belum melakukan survei pada anjal yang mengamen. Dia  mengaku, sidak pada anjal sudah pernah dilakukan, terutama pada mereka yang berpenampilan punk.
“Dulu sudah pernah dilakukan penertiban, nantinya keluhan warga pasti menjadi perhatian,’’ ujarnya pada suarabanyuurip.com.
Rosadi mengaku akan melakukan pemantauan pada sejumlah tenpat yang terindikasi menjadi tempat berkumpulnya anak  jalanan. “Nantinya akan dilakukan survey bersama petugas,’’ tegasnya. (ams)