SuaraBanyuurip.com – Athok MOch Nur Rozaqy
Bojonegoro – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) berdampak pada naiknya sejumlah dagangan makanan dan minuman (mamin) di sekitar proyek migas lapangan Banyuurip, Blok Cepu yang berpusat di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
Mirna, salah satu pedagang di sekitar proyek EPC-5 di Desa Sudu, Kecamatan Gayam, menyatakan, naiknya harga menyesuaikan kenaikan harga kebutuhan pokok di pasar. Selain itu, bahan pendukung dagangan seperti es batu, minuman racikan instan, dan beberapa bahan turut naik.
Jika sebelumnya harga es batu per kantong plastik ukuran satu kilogram seharga Rp500, kini menjadi Rp1.000. Minuman mineral ukuran sedang yang sebelumnya Rp2.000 naik menjadi Rp3.000.
“Untuk saat ini yang masih standar kopi. Satu cangkir Rp2.000,” imbuhnya.
Ibu satu anak ini mengungkapkan, dampak kenaikan BBM terhadap kebutuhan pokok, dan barang dagangannya bukan hal berat bagi para pekerja proyek migas. Pekerja dengan gaji yang relatif tinggi tentunya tidak merasa begitu terbebani. Lain halnya dengan masyarakat kecil biasa.
“Kalau bagi mereka tidak terasa. Gajinya pasti besar,” ujanya menduga.
Lain halnya dengan, Yuli, pedagang lain di Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam. Dia masih belum berani menaikkan beberapa barang dagangannya. Sebab, sebagian dia beli sebelum harga BBM naik. Namun demikian, untuk jajanan titipan ada kemungkinan naik.
“Menyesuaikan dulu, Mas. Tapi ada kemungkinan ikut naik. soalnya semua ikut naik,” tuturnya.(roz)