Petani Banyuurip Minta Subsidi Pupuk

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro – Petani sekitar lokasi ladang Minyak dan Gas (Migas) Banyuurip, Blok Cepu di wilayah Kecamatan Gayam, Bojonegoro, Jawa-Timur meminta kepada pemerintah agar tidak mencabut pupuk bersubsidi yang selama ini menjadi kebutuhan vital mereka.

“Kami minta Pemerintah tak mencabut pupuk bersubsidi. Karena, jika dicabut petani akan semakin tercekik,” kata salah satu petani Desa Gayam, Gunawan, kepada Suarabanyuurip.com, Senin (24/11/2014).

Dia katakan, saat ini petani mulai kelabakan dengan adanya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Apalagi saat ini sudah memasuki musim hujan tentunya petani akan mengeluarkan biaya banyak untuk segera mengolah lahan pertaniannya.

“Meski demikian tak membuat petani surut untuk beraktifitas dilahan pertaniannya. Oleh karena itu, dengan tidak dicabutnya pupuk bersubsidi setidaknya bisa mengurangi beban petani,” jelasnya.

Senada diungkapkan petani sekitar lokasi Alas Tua Barat (ATW), di wilayah Desa Ngasem, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro. Mereka juga meminta Pemerintah tidak mencabut pupuk bersubsidi.

“Pupuk subsidi per sak isi 50 kilo paketan dengan organik seharga Rp95.000. Jika dicabut kami akan semakin terpuruk. Karena, harga pupuk akan bisa mencapai kurang lebih Rp250.000 per saknya,” sambung Warno salah satu petani sekitar ATW ditemui secara terpisah. (sam) 

Baca Juga :   LPPM Unigoro Sebut Per Tahun Suhu di Bojonegoro Naik

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *